Buah dan sayuran di dalam menu keseharian kita belum cukup untuk memenuhi kebutuhan harian akan Vitamin C. Untuk itu, kita butuh mengkonsumsi suplemen.

Faktor-faktor seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stress akibat pekerjaan, kemacetan lalu lintas, serta polusi suara semuanya ini berkontribusi terhadap terkikisnya Vitamin C dalam tubuh.

Polusi udara dan air, pengobatan dalam jangka waktu yang lama, serta konsumsi makanan yang mengandung zat-zat aditif, juga memiliki pengaruh yang sama terhadap kondisi tubuh.

Sebagai salah satu nutrisi penting bagi tubuh, Vitamin C atau ascorbic acid mengandung antioksidan yang membantu tubuh dalam melawan radikal bebas yang terdapat pada asap dan polusi udara.

Vitamin C juga turut membantu melawan penyakit menular seperti influenza, penyakit-penyakit jantung, serta membantu mengelola dan mengurangi dampak stress.

Kebutuhan tiap orang akan Vitamin C berbeda. Ini dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang sudah kita bahas sebelumnya. Misalnya, perokok butuh lebih banyak asupan Vitamin C dibanding mereka yang tidak merokok.

Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air. Kelebihan asupan Vitamin C akan dikeluarkan tubuh sebagai oxalic acid atau asam oksalat lewat urin sehingga Vitamin C selalu aman untuk dikonsumsi. Bagi mereka yang memiliki kelainan asam lambung, disarankan untuk menkonsumsi Vitamin C setelah makan.